http://www.english.hadhramaut.info Membuka Lembaran Baru [The Source: indo.hadhramaut.info - 01/3/2009]
Suatu yang paling disukai oleh seseorang adalah membuka lembaran baru dalam kehidupannya, akan tetapi permula'an yang sangatlah disukai ini sering kali dibarengi dengan peringatan-peringatan yang belum diketahui kadar keutama'annya, seperti memperbaiki keada'annya dengan berpindah tempat, atau mengganti posisi ruangan atau yang lainnya. Kadang-kadang juga dibarengi dengan datangnya hari-hari tertentu, atau peringatan khusus seperti Ulang tahun, peringatan akhir tahun, atau yang lainnya.


Seseorang dalam peringatan-peringatan tersebut kemudian menyangka bahwa sekumpulan kekuatan dahsyat akan datang bersama'an dengan peringatan-peringatan ini, kemudian menyangka bahwa peringatan itu membuatnya semangat sesudah dia bermalas-malasan, serta  membuatnya optimis setelah dia berputus asa.
 
Ini adalah hayalan belaka...!!! karena pembaharuan dalam hidup manusia bersumber dari dalam diri orang itu sendiri tanpa dibarengi dengan yang lainnya. Jika dalam diri seorang menginginkan pembaharuan ini, niscaya dia dapat melakukannya kapan saja, tanpa menunggu peringatan-peringatan tertentu.

Ketika seseorang hidup di dunia yang fana ini, keadaan dan kejadian yang ada di sekitarnya tidak akan bisa tunduk kepadanya sehingga bisa merubah akhlak serta perilaku orang tersebut. Baik kejadian atau keadaan tersebut merupakan suatu hal yang mengajak kepada kebaikan, atau kejadian yang mengajaknya menuju kepada kemaksiatan, apalagi kejadian yang dipenuhi oleh hawa nafsu belaka. Akan tetapi dialah yang seharusnya mengambil manfa'at dari keada'an dan kejadian tersebut serta menjaga karakternya di hadapan peristiwa itu. Laksana biji bunga yang ditanam di bawah dataran tanah subur, kemudian dia membelah jalan menuju keatas yang berupa tanah untuk mencari cahaya matahari membawa wanginya yang semerbak!!!. Lumpur beserta air keruhlah yang telah merubahnya menjadi sebuah warna yang berkilau serta wangi yang harum. Seperti itulah manusia jika dia dapat menahan nafsunya, memanfa'atkan waktunya, serta menjaga karakter dirinya dihadapan ombak keadaan yang tak  kunjung surut. Sesungguhnya dia mampu untuk melakukan hal yang banyak tanpa dengan menunggu peringatan-peringatan yang membantunya untuk memperbaiki hidupnya.

Sesungguhnya dengan kekuatan yang dahsyat, dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya, juga waktu yang meskipun sangat terbatas dan sederhana inilah yang dapat memberikannya kesempatan agar dapat membangun kehidupannya menjadi baru lagi, laksana bayi yang baru dilahirkan oleh seorang ibu.

Mengapa menyia-nyiakan waktu untuk bersenang-senang? Toh waktu telah mengorbankan perlindungan untuk manusia sehingga membuat orang yang ingin menuju jalan yang benar bersemangat dan memiliki kekuatan untuk berjalan menuju perbuatan tersebut. Tidaklah mungkin waktu akan memberikan kekuatan kepada orang yang bersantai ria agar berjalan menuju kemurkaan.
 
Janganlah anda menggantungkan kekokohan hidup anda kepada sebuah angan-angan yang dihasilkan oleh hal yang tak nyata, karena harapan ini tidak akan membuat anda berjalan menuju kepada kebaikan.

Masa yang anda jalani yang berada dihadapan anda itulah sebagai pemeran diri anda sebenarnya, dirimu adalah yang berada dihadapanmu itu ketika kamu bercermin, keada'an-keada'an yang tersenyum atau bersedih yang menengok disekitarmu adalah satu-satunya pendorong yang menggerakkan masa depanmu, maka tiada waktu untuk memperlambat atau menunggu, Rasulullah SAW bersabda:

".

"Sesungguhnya Allah SWT membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk memberikan taubat kepada orang-orang yang berbuat salah di siang hari, dan membuka telapak tangan-Nya di siang hari untuk memberi taubat kepada orang-orang yang bersalah di malam hari".HR Muslim  
 
Setiap keterlambatan dalam melaksanakan program untuk memperbaharui kehidupanmu serta memperbaiki perbuatanmu, tidaklah bermakna kecuali memperpanjang waktu yang bagaikan buih yang selalu menginginkan anda cepat meninggalkannya, dan ingin anda tetap dalam kekalahan oleh hawa nafsu. Bahkan bisa saja keterlambatan itu adalah jalan menuju kerendahan yang lebih dahsyat  yang berupa kerusakan.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda:

( )

"Orang yang menyesal menunggu kemurahan dari Allah, sedangkan orang yang ujub (membanggakan diri) menunggu kemurkaan SWT, dan setiap orang yang beramal maka dia akan menyesal atas apa yang telah berlalu ketika dia mendekati kematian, sesungguhnya setiap perbuatan manusia itu tergantung pada akhirnya, sedangkan siang dan malam adalah ibarat kendaraan, maka pergunakanlah keduanya untuk sampai di akhirat, dan hati-hatilah dalam mengakhirkan taubat, dan janganlah kalian tertipu dengan hilim (sifat pemaaf dan tidak cepat menyiksa) Allah SWT. Sesungguhnya surga dan neraka lebih dekat dengan kalian dari pada jarak antara kedua sandal. Kemudian membaca: "Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya, Dan barang siapa menerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya". Qs Al-Zilzal".HR Bukhari.

Betapa indahnya jika seseorang bisa melihat kembali tatanan hidupnya dari waktu ke waktu, serta mengirim mata-mata kepada perbuatannya untuk mengkritiknya agar dia tahu kejelekan serta keburukannya. Alangkah baiknya jika dia juga menyusun strategi jangka pendek dan jangka panjang agar program-programnya berjalan mulus dan terbebas dari gangguan-gangguan nafsu.

Bukankah anda di setiap beberapa hari selalu melihat laci-laci yang ada di bawah meja anda untuk menghilangkan debu dan kotoran yang ada di situ, seperti potongan-potongan kertas yang berceceran, catatan-catatan yang berantakan, serta kertas-kertas yang telah digunakan. Anda juga harus merapikan segala sesuatu sesuai dengan tempatnya yang sebenarnya, dan segala sesuatu yang tidak digunakan seharusnya tetap ada di tempat sampah.

Sedangkan di rumah, kamar-kamar serta ruang santai anda kelihatan berantakan dan kotor setelah selesai pekerjaan sehari penuh. Tiba-tiba datang sebuah tangan, bergerak kesana-sini untuk merapikan peralatan rumah yang amat kotor dan penuh dengan debu, serta mengusir kotoran-kotoran yang terlalu banyak, serta mengembalikan segala sesuatu kepada keada'annya semula.

Apakah tidak pantas, jika dalam kehidupan manusia seperti pengorbanan ini? apakah tidak layak jika anda menjaga keada'an anda dari waktu ke waktu, agar anda bisa melihat apa yang membuat hidup anda menjadi kurang baik kemudian andapun berusaha untuk merubahnya, apa yang anda temui dari berbagai dosa, anda dapat menghilangkannya dengan bertaubat kepada Allah SWT sehingga diri anda pun terbebas dari kotoran dosa sebagaimana anda telah menghilangkan kotoran yang ada di halaman rumah sehingga menjadi bersih dan suci kembali.

Apakah tidak pantas jika diri kita setelah menempuh sebagian waktu dari kehidupan ini untuk kita lihat kembali apa yang telah menimpanya baik keuntungan atau kerugian? Serta kita kembalikan lagi keseimbangan serta kesetara'annya setiap kali dia tergoyah oleh krisis atau ombak yang membuatnya tergelincir di permuka'an bumi di dunia yang penuh ombak ini?

Manusia adalah mahluk yang sangat butuh sebuah pengorbanan berupa muhasabatunnafs (mengoreksi diri) agar terwujud harapannya, serta agar dapat mengawasi kehidupannya baik kehidupannya pribadi atau kehidupannya bersama orang lain. Karena mahluk yang mempunyai kelembutan dan akal ini kemungkinan kecil akan tetap kokoh di tengah ketatnya bermacam-macam syahwat dan pengaruh. Jika saja datang suatu cobaan yang membuatnya hancur niscaya dia akan langsung hancur, padahal cobaan itu pasti akan datang kepadanya. Sehingga, tercecerlah perasaan-perasaan halus serta akalnya laksana biji-biji kalung ketika terputus talinya. Ini adalah keada'an: "Orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas".Qs Al-Kahf: 28 Sebagaimana yang telah Allah Firmankan dalam Al-Qur'an:

[:28]

Kata "Furutha" inilah yang harus kita angan-angan kembali. Kebanyakan orang menyebut buah anggur yang terputus dari tangkainya serta biji kurma yang terjatuh dari tangkainya dengan furutha, atau bahasa jawanya (mprotholi). Begitu juga kita lihat biji jagung yang mulai dikeluarkan dari (janggelnya) atau dalam bahasa jawa dipupur, adalah merupakan tahapan pertama sebelum penyelepan (dihancurkan). Begitu juga  nafsu manusia yang mulai terpotong-potong dan tidak lagi terikat dengan satu aturan yang membuat urusannya tertata rapi dan kekuatannya terpusat; menjadikan pikiran serta perasa'annya seperti biji-bijian yang terdampar ini, yang tidak mempunyai keguna'an atau manfa'at lagi. Maukah jika hati kita menjadi seperti anggur atau kurma yang sudah terbuang sia-sia tanpa guna?

Dari itulah kita bisa melihat begitu pentingnya istiqomah dalam penatanan kembali hidup kita serta selalu mengawasi tatanan tersebut. Allah SWT telah menghibahkan suatu yang sangat berharga kepada manusia, yang berupa perintah-Nya agar kita selalu memperbaharui hidup kita ketika sebelum subuh, bersama'an dengan terbitnya matahari sebagai tanda siang mulai datang.

Setelah manusia beristirahat malam dari kelelahan hari kemarin yang telah sirna, ketika mereka akan memulai tidur nyenyak di tempat tidur mereka, untuk menghadapi hari esok yang tersenyum, bersama'an dengan bergeraknya awan. Di sa'at inilah anda bisa bertanya: Betapa banyak orang di dunia ini terjerumus dalam kesalahan? Berapa banyak orang yang condong menuju kebaikan? Berapa banyak orang berbuat salah? Di sa'at ini setiap orang dapat memperbaharui kehidupannya, mengembalikan seperti semula kekokohan dirinya bersama dengan sekelompok cahaya harapan, kesadaran dan taufik dari Allah SWT.

Suara kebenaran selalu memanggil di mana-mana untuk memberikan petunjuk bagi orang yang bingung dan agar orang yang peduli mulai memperbaharui hidupnya. Rasulullah SAW bersabda:
 
( )

"Jika telah berlalu separoh malam atau sepertiganya Allah SWT turun di langit dunia, kemudian berkata: Apakah ada orang yang meminta, maka akan diberi? Apakah ada yang memanggil, maka akan dijawab? Apakah ada yang meminta ampun,maka akan diampuni? Sampai datang fajar".HR Muslim

Diriwayat lain dikatakan:

.
"Tuhan berada paling dekat dengan hamba-Nya adalah ditengah malam yang terakhir, maka jika kamu bisa menjadi orang yang mengingat Allah di sa'at ini makajadilah?"HR At-Tirmidzi.

Jika anda bisa mengingat Allah SWT di sa'at ini maka lakukanlah! Karena ini adalah waktu malam mulai meninggalkan kita dan waktu siang mulai datang, maka pada dataran tinggi masa lampau yang baru terjadi ataupun yang telah jauh pergi, anda dapat berbangkit kembali untuk membangun masa depan anda, masa depan yang lebih cerah lagi Janganlah ragu-ragu karena banyaknya dosa yang anda lakukan, meskipun menumpuk sebanyak buih di lautan, Allah SWT tidak akan perduli itu. Dia akan menghapus semua itu jika anda berniat untuk menghadapkan wajah anda hanya kepada-Nya, serta anda mulai lari bergegas memenuhi panggilan-Nya.

Perbuatan kufur yang telah berlalu tidak menjadi halangan untuk menuju jalan yang benar. Allah SWT berfirman:      

(53) (54) [: 53-54]

"Katakanlah: "Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap mereka sendiri! Janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh Dialah Yang Maha Pengampun Maha Penyayang (53). Dan kembalilah anda kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepadamu kemudian anda tidak dapat ditolong". Qs: Az-Zumar: 53-54

Dalam Hadist Qudsy juga disebutkan:
 
( ).

Allah SWT berfirman: "Wahai Anak Adam! Sesungguhnya engkau jika berdo'a dan berharap kepadaku, maka aku akan mengampunimu atas dosa yang kamu lakukan, dan aku tidak perduli! Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosa kamu mencapai puncaknya langit kemudian engkaupun meminta ampun kepadaku, niscaya Aku mengampunimu dan aku tidak perduli. Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika kamu datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa sepenuh bumi kemudian kamu menemuiku dalam keada'an tidak menyekutukan Aku dengan suatu apapun, niscaya aku akan datang padamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi ". Hadist Qudsi Rawahu At-Tirmidzi

Hadist ini merupakan sebuah resep yang dapat menghidupkan kembali harapan yang terkubur  oleh rasa putus asa kita. Hadist ini dapat membangkitkan keinginan kita, jika keinginan tersebut merasa malu atas dosa yang dia miliki untuk memulai kembali perjalanan menuju Allah SWT, serta untuk memperbaharui hidup setelah berlalunya kenangan buram tak menyenangkan.

Mengapa seorang hamba tidak lari menuju Allah SWT dengan membawa sayap kerinduan, daripada menunggu mereka digiring menuju-Nya dengan penuh ketakutan?

Tidak tahu akan kemurahan Allah SWT serta kemurahan agama ini merupakan salah satu sebab mengapa seorang hamba mempunyai sikap yang dingin terhadap Allah -atau jelasnya perasa'an menjauh dari panggilan Allah- padahal mereka tidak mungkin menemukan orang yang lebih berbuat baik serta lebih menyayangi mereka selain Allah SWT. Padahal kebaikan serta kasih sayang-Nya tidak disertai dengan tujuan tertentu, akan tetapi itu adalah sebagian dari hasil sifat Kesempurna'an Allah SWT yang paling tinggi serta  Dzat-Nya yang suci.

Kisah diciptakannya manusia merupakan satu isyarat nyata bahwa Allah SWT menciptakan mereka hanyalah untuk memuliakan mereka, bukan untuk merendahkan mereka, tidak juga untuk menjatuhkan kedudukan mereka diantara makhluk yang lain. Allah SWT Berfirman:
 
(10) (11)[:10-11].
 
"Dan sungguh kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana kami sediyakan sumber penghidupan untukmu akan tetapi sedikit sekali kamu bersyukur, dan sungguh kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk tubuhmu, kemudian kami berfirman kepada para malaikat: "Bersujudlah kepada Adam", kemudian merekapun besujud kecuali iblis, ia tidak termasuk mereka yang bersujud".Qs Al-A'raf: 10-11.

Guna agama bagi manusia adalah untuk mengatur perilaku serta hubungan-hubungan mereka agar sesuai dengan asas kebenaran serta keadilan sehingga mereka dapat hidup di dunia dengan kehidupan yang bebas dari kejelekan serta kebodohan. Agama bagi manusia bagaikan makanan pokok atau gizi bagi tubuh, yang merupakan hal penting bagi kehidupannya, dimana dia tidak dapat hidup tanpanya,  serta sebagai kesenangan bagi dirinya.

Allah SWT bersama syari'at-Nya, dengan orang tua secara , memusuhi orang yang durhaka kepada orang tuannya, dengan orang yang teraniaya memusuhi kekejaman orang yang dzalim, dengan semua orang memusuhi orang yang mengambil harta benda serta nyawa mereka. Apakah dalam ajaran ini terdapat kekejaman terhadap manusia? Tidakkah ini sebuah rahmat dan kebaikan belaka? Jika saja Allah setelah itu mewajibkan kepada anak adam sedikit ibadah agar mereka bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, serta mengingat nikmat Allah SWT kepada mereka. Apakah ibadah yang diwajibkan ini adalah yang membuat manusia merasa sakit ketika mengerjakannya, serta membuat mereka berpaling dari panggilan ini?

Sebenarnya Allah SWT tidaklah menginginkan kecuali sebuah kemudahan, keringanan, serta kemuliyaan untuk manusia semuanya, akan tetapi merekalah yang menolak untuk melaksanakan perintah Allah SWT sesuai dengan apa yang digambarkan pada mereka, kemudian hawa nafsupun menarik mereka, sehingga merekapun tergelincir oleh ombak badai hawa yang sangat tajam. Bersamaan dengan kelalaian mereka ini, sesungguhnya suara iman memanggil mereka agar mereka kembali kepada tuhan mereka.   

Allah SWT sangat senang sekali jika mereka mau kembali kepada-Nya, kesenangan tersebut diatas segala-galanya, hingga Rasulullah SAWpun bersabda:

( )

"Allah SWT lebih menyukai taubat seorang hamba melebihi senangnya seorang laki-laki yang turun disebuah rumah yang disitu terdapat kerusakan sedangkan dia membawa tunggangannya beserta makanan serta minumannya, kemudian dia meletakkan kepalanya dan tidur sebentar, kemudian dia terbangun sedangkan tunggangannya beserta makanan dan minumannya telah tiada, diapun pergi mencarinya hingga diapun merasa kepanasan dan kehausan, atau apa yang dikehendaki Allah SWT, dia berkata: aku akan kembali ke tempatku semula kemudian diapun kembali dan tertidur kemudian dia terbangun dan ternyata kendara'an tunggangannya telah kembali".HR Muslim
 
Apakah tidak menakjubkan kesenangan Allah SWT ini? apakah anda pernah melihat kegembiraan menyerupai kegembira'an Allah SWT ini? Orang yang berhati suci saja sedikit dia merasa senang ketika mendapatkan sambutan istimewa untuk memenuhi panggilan Allah SWT, apalagi seorang yang selalu berbuat salah yang telah berlebih-lebihan kepada dirinya sendiri dan selalu menyakiti orang lain? Sesungguhnya ketika datang sebuah sambutan yang dapat menutupi kesalahan-kesalahannya di masa silam, niscaya dialah yang harus sangat bersyukur akan adanya sambutan ini. Apalagi jika Allah telah menyambutnya dengan kegembira'an? Pasti hal ini sangatlah menakjubkan sekali.

Akan tetapi Allah SWT adalah Maha Memberi kebaikan kepada manusia, Dia lebih gembira atas taubatnya orang-orang yang kembali ke jalan-Nya lebih dari prasangka hambanya yang berbuat salah!! Sudahlah hal yang wajar jika taubat ini adalah sebuah perpindahan dari kehidupan menuju kehidupan yang baru, serta pemisah antara dua masa yang berbeda, laksana shubuh yang memisah antara kegelapan dan cahaya.

Taubat seorang mukmin ini bukanlah kepalsuan belaka yang setelah bertaubat kepada-Nya akan kembali lagi kepada kemaksiatannya seperti semula. Ini bukanlah usaha yang akan gagal yang akan mengurangi keteguhan niat serta membutuhkan pengorbanan yang panjang. bukan...bukan...!!! ini adalah sebuah taubat yang akan menguntungkan seseorang, taubat yang Allah SWT sangat menyukainya. Ini adalah kemenangan manusia dari sebab-sebab kelemahan dan kemalasan. Taubat ini dapat mengusir berbagai virus kemaksiatan yang ada pada diri seseorang. Taubat ini akan membawa seseorang berpindah dari keterikatannya oleh hawa nafsu menuju ke periode baru yaitu iman dan ihsan, menuju kepada kematangan dalam berfikir serta petunjuk.

Inilah Taubat  yang Allah SWT firmankan dalam Al-Qur'an:

(82) [:82]

"Dan sungguh Aku Maha Pengampun bagi yang bertaubat,beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalampetunjuk".Qs Tahaa:82

Ini adalah sebuah kehidupan baru setelah kehidupan ini sirna seperti tanaman yang telah mati tertelan tanah, perpindahan yang telah merubah hawa nafsu, seperti pupuk yang telah merubah tanah tandus menjadi subur kembali, seperti air yang telah merubah tanaman mati menjadi hidup dan tumbuh kembali.

Ini adalah taubat yang meminta manusia untuk memperbaharui dirinya, serta mengembalikan tatanan kehidupannya, dan mengulangi kembali hubungannya kepada Allah SWT menuju hubungan yang lebih baik serta perbuatan yang lebih sempurna, serta sa'at yang membuat bibirnya selalu mengucapkan do'a:

(( ))