Mukalla-Hadhramaut.info. Data terakhir yang diterima pemerintah Yaman
menyebutkan sebanyak 2.399 bangunan roboh dan 103 korban banjir di
Provinsi Hadhramaut dan Mahra.
Seperti diberitakan hadhramaut.info kemarin bahwa hujan deras yang mengguyur
Provinsi ujung timur Yaman itu mendatangkan banjir bandang yang memporak porandakan wilayah tersebut hingga lumpuh total, sampai hari ke enam kerugian jiwa dan materi baru bisa diidentifikasi karena sarana tranportasi, komunikasi dan saluran listrik terputus, lima hari pasca banjir baru bisa pulih sedikit demi sedikit meski belum normal seperti biasanya.
Korban jiwa yang berhasil diidentifkasi sebanyak 81 meninggal dunia dan 22 korban hilang, sedangkan kerugian materi meliputi, 2.323 unit rumah roboh, 76 gedung pertokoan juga roboh, 23 angkutan umum hancur, 45 perahu nelayan hilang, 5 ribu hektar sawah tenggelam, 20 hektar sawah punah, 15.225 hektar sawah rusak berat, 130 ribu kebon kurma rusak, 10 ribu 400 sarang madu hancur, 7 ribu kambing dan 450 onta musnah. Selain itu, 98 persen jalan raya dan jalan penghubung antar daerah dan distrik putus dan 81 gedung sekolah hancur.
Banyaknya rumah dan gedung yang roboh karena bahan bangunan di daerah tersebut terdiri dari tanah liat sehingga jika terkena air rapuh apalagi diterjang banjir bandang hancur lebur terbawa arus banjir. Terlihat daerah yang biasanya rame dengan aktifitasnya masing kini daerah tersebut tersapu bersih seolah tidak pernah ditempati, tidak ada puing-puing bekas pemukiman.
Sementara itu bantuan dari dalam dan luar negeri mulai berdatangan untuk membantu para korban banjir yang terhitung paling dahsyat sejak tragedi jebolnya bendungan marib (sebelum islam). Sejauh ini pemerintah Yaman masih merapatkan langkah yang tepat untuk menanggapi laporan tersebut dan akan diteruskan pada Sabtu (01/11) nanti.