http://www.english.hadhramaut.info
Riset Terbaru Terhadap Jenis Mumi Yaman
[The Source: sabanet/indo.hadhramaut.info - 07/02/2009]
Sana'a –Saba.net. Pimpinan Universitas Poitiers Prancis Robert Makiarill menyatakan bahwa jenis mumi Yaman merupakan jenis baru yang akan dikaji di Timur Tengah atau paling tidak di Semenanjung Arab.
Beberapa ahli dari museum nasional Paris di sela-sela risetnya terhadap benda-benda kuno, menemukan jenis mumi Yaman di kuburan kuno yang ditemukan baru-baru ini di Sana'a. Begitu pula mumi Yaman yang terdapat di museum nasional memiliki keunikan tersendiri.
Menurutnya, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Mumi yang berada di Yaman memiliki metode khusus dalam pengawetannya, yang berlainan dengan mumi yang ada di Mesir dan Afrika.
"Kami telah melakukan riset terhadap mumi Mesir dan kami memperoleh petunjuk bahwa orang-orang Mesir menggunakan bahan pengawet yang berasal dari Yaman. Dari itulah kami ingin mengetahui materi tersebut”. Imbuhnya.
Tahapan pertama yang akan dilakukan adalah pemeriksaan sampel dari mata mumi, karena hal itu akan memberikan petunjuk tentang sejarah dari orang-orang Yaman dan penyakit yang diderita oleh penghuninya di masa itu, mengetahui makanan yang dikonsumsi manusia purba di Yaman, serta kemungkinan untuk menemukan beberapa obat dan pengobatan yang dilakukan untuk beberapa penyakit.
Direktur Hubungan Masyarakat di bidang Geologi dan Museum Mohammad al Halabi, menyatakan bahwa mumi Yaman memiliki keunikan tersendiri "menurut hemat saya bahwa Yaman adalah negara kedua setelah Mesir berkenanaan dengan mumi, tapi sayangnya kami tidak memiliki badan khusus untuk menanganinya hingga saat ini, padahal ini penting untuk riset ilmiah dan studi tentang sejarah, apalagi perannya terhadap wisata Yaman sebagaimana Mesir juga dapat mengambil profit dari adanya mumi-mumi di negaranya.
Beberapa ahli dari Prancis telah bertemu dengan pimpinan Bidang Penanganan Barang-Barang Antik dan Museum Dr Abdullah Bawazir, mereka membicarakan agenda program penelitian Profesor bidang antropologi Farouma dari museum Prancis pada bulan Februari ini, sekaligus akan menandatangani kesepakatan kedua belah pihak dalam perihal studi dan riset di bidang per-mumian. Penyediaan fasilitas khusus dalam penelitian yang akan dilakukan di The Mommy Center, Mahwit. Dan kemungkinan untuk sarana pelatihan di bidang ini bagi kader-kader Yaman. Tim dari Prancis ini juga mengunjungi lokasi kepurbakalaan Raima Hamid yang ditemukan baru-baru ini. Direktur Jenderal Bidang Pelestarian Benda-Benda Antik Muhand al Saiani menjelaskan tentang pentingnya monumen dan ukiran kuno yang tersebar di antara gunung di Raima Hamid, juga melakukan studi dan riset di daerah sekitarnya untuk menemukan lokasi sejarah yang lain.
|