Sana'a, sabanews.net - Ulama Yaman (oposisi) telah menyetujui inisiatif
delapan point untuk mengakhiri krisis di negeri tersebut yang
akhir-akhir ini ramai dengan aksi demonstrasi.
Inisiatif ini ditawarkan kepada Presiden Ali Abdullah Saleh dan ulama oleh ulama terkemuka Yaman Abdul-Majed al-Zindani (pihak Oposisi) dalam upaya untuk menghentikan aksi protes menuntut perubahan politik di negeri ini.
Inisiatif tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penarikan pemilihan saat ini dan undang-undang referendum draft. Parlemen harus menyetujui undang-undang baru dengan konsensus kedua belah pihak.
2. Penarikan perubahan konstitusi yang diusulkan.
3. Pembentukan komite mediasi untuk mengakhiri sengketa politik. Lima hakim yang menonjol akan dipilih oleh panitia. GPC akan memilih dua Hakim, JMP juga akan memilih dua dan Komite Ulama akan memilih anggota kelima.
4. Semua pihak untuk mengakhiri menghasut dan provokatif media kampanye dalam rangka menciptakan lingkungan yang sesuai untuk dialog nasional.
5. Pembebasan tahanan yang belum terbukti bersalah atau tidak memiliki kasus pengadilan tertunda.
6. Membentuk pemerintah persatuan nasional.
7. Mengintensifkan penyelidikan anti-korupsi dan kegiatan dengan mempercepat penuntutan kasus tertunda.
8. Semua pihak untuk mengakhiri demonstrasi dan duduk dijalanan untuk mengakhiri kemacetan jalan-jalan, mencegah kekacauan, perusakan properti publik dan swasta.