Seyun, hadhramaut.info - General Manager PT Al Wadi Pembangkit Tenaga Surya menjelaskan bahwa perusahaannya telah merakit dan memasang 24 proyek pompa air bertega surya di berbagai daerah di Yaman selama tahun 2014 dan diawal tahun 2015, dengan demekian PT Al Wadi merupakan perusahaan terbesar di Yaman yang melakukan pemasangan pompa air tenaga surya.
Proyek-proyek ini membantu meringankan beban biaya yang ditanggung oleh para petani selain mengurangi pemakaian bahan bakar diesel, yang membantu perkembangan pertanian yang berkelanjutan di Yaman, selain pembangunan social dan ekonomi, diantara proyek ini dan merupakan pompa air terbesar di Yaman bertenaga surya yang akan dibuka dalam waktu dekat ini di Distrik Tarim.
Penandatanganan kontrak pertama kali telah dilakukan bersama direktur Distrik Sah pada tangggal 12/11/2013, dan pepompaan pertama dengan mneggunakan tenaga surya telah dilakukan pada tanggal 12 januari 2014 di lahan petani Salim Omer Al Jabiri yang telah dipilih sebagai lahan percobaan dengan pendanaan dewan pembangunan daerah dari kementrian minyak dan mineral dan perusahaan minyak TOTAL, tenaga surya tersebut menghasilkan 7.5 kilo watt yang menghasilkan 400 meter kubik air perhari, kemampuan terbesar pompa air yang pernah dikerjakan sampai saat ini adalah 30 kilo watt dengan hasil pompa 1100 meter kubik air dengan kedalaman sumur 54 meter menggunakan pipa berdiameter 6 hinche. Beliau juga menjelaskan bahwa pompa-pompa ini pada siang hari menggunakan tenaga surya sedangkan pada malam hari menggunakan bahan bakar diesel, dengan kemampuan mesin 2.2 sampai 92 kw.
Pendanaan pompa-pompa air bertenaga surya ini sebagian besar melaui program Kas peningkatan produksi pertanian dan perikanan yang merupakan program dibawah pengawasan kementrian pertanian dan irigasi melalui Bank Koperasi dan Pertanian sesuai perjanjian yang dilakukan Perusahaan Al Wadi bersama Bank pada September yang lampau.
Pendanaan pengadaan pompa air bertenaga surya ini melalui pinjaman bebas bunga, dan pemerintah menanggung biaya jasa Bank, bantuan bagi petani dan dan UKM pengolah air minum ini juga berupa bantuan modal yang mendorong mereka mempercepat pelunasaan agar pengadaan pompa air ini bisa merata kepada seluruh petani. Bagi pembeli pompa secara kontan akan mendapatkan bantuan 20 persen dari harga, 15 persen bagi yang melunasi dalam setahun, 10 persen untuk pelunasan 2 tahun dan 5 persen untuk pelunasan tiga tahun,para petani diberi kesempatan 3 bulan pertama untuk tidak membayar dan selanjutnya mereka diharuskan mambayar kredit pinjaman mereka setiap bulan di cabang-cabang Bank Koperasi dan Pertanian atau jasa pengiriman uang cepat yang ada didalam negri.