Lantunan suara takbir dan shalawat memenuhi halaman masjid jami' Tarim
jum'at sore (9/1/2009) dengan penuh khidmah dan ketertiban disiplin
yang tinggi sehingga pemerintah setempat merasa tidak perlu mengerahkan
kesatuan polisi untuk mengamankan jalannya acara.
Seruan-seruan penuh semangat mengecam agresi militer yang dilancarkan oleh Israel ke Ghaza terdengar di sana-sini, ribuan penduduk Tarim dari berbagai golongan ditambah ratusan mahasiswa Universitas Al-Ahgaff dan santri Darul Mustafa tampak menyemuti lapangan sekaligus tempat parkir kendaraan umum tersebut, tempat dimana diadakan acara aksi solidaritas mengecam agresi Israel. Aksi solidaritas ini konon diadakan serentak diseluruh Negara arab dan Islam di penjuru dunia, acara yang disponsori oleh pemerintah propinsi Hadramaut dan bekerjasama dengan beberapa elemen masyarakat tersebut dibuka dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur'an yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia acara tersebut DR. Abdullah Alwi bin Shihab, dalam sambutannya beliau menegaskan akan kewajiban kaum muslimin untuk mendukung para pejuang Palestina.
Yang menarik, salah satu orasi yang diselingi oleh nasyid dari beberapa kelompok nasyid Tareem dan San'a tersebut menampilkan salah seorang penduduk Ghaza yang sedang menjalani pendidikannya di Universitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut -saudara Abdullah Shahin-, dalam sambutannya ia menyampaikan kepiluannya yang sangat akan nasib saudara-saudaranya yang sedang digempur oleh tentara penajajah Israel, Abdullah yang kaka kandungnya syahid ditembak oleh tentara zionis tersebut menegaskan bahwa para penduduk Palestina umumnya dan Ghaza khususnya tidak akan pernah merelakan sejengkalpun tanah Palestina untuk diserahkan ke Zionis, ia mengutip hadits yang menyebutkan akan keberadaan sekelompok daripada umat Nabi Muhammad saw yang berpegang teguh mempertahankan hak dan kebenaran, dan mereka adalah para penduduk Aqsa dan sekitarnya.
Tak ketinggalan ad-Da'i ilallah al-Habib Abubakar al'Adeni ikut berpartisipasi dalam acara yang dihadiri oleh para ulama Hadramaut dan Instansi pemerintah tersebut, meski dalam keadaan sakit dan via telpon beliau tetap tegas mengumandangkan orasi beliau, beliau menyatakan bahwa agresi militer tersebut merupakan teguran bagi para umat Islam yang sampai sekarang masih terpecah belah dalam berbagai kelompok, apakah masih bersikeras untuk terpecah belah atau mau bersatu dalam ikatan ukhuwah Islamiyah, Da'i yang memimpin Ribath 'Aden ini tampak bergetar saat membacakan bait-bait puisi yang beliau karang untuk Palestina, bait yang sangat dalam mengungkapkan kesedihannya terhadap keadaan umat Islam sekarang.
Pembicara terakhir adalah al-Habib Ali Mashur yang mewakili ulama Hadramaut, Habib yang mengetuai Majlis Ifta' Tarim tersebut mengingatkan umat Islam untuk mencurahkan segenap upaya untuk membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina, dan tidak lupa untuk mendoakan saudara kita di setiap sholat kita dan menganjurkan untuk membacakan qunut nazilah di setiap sholat lima waktu beliau mengatakan hanya dengan mempererat hubungan dengan al-Ma'bud maka kita akan mendapatkan pertolongan dalam menghadapi Yahud, acara tersebut ditutup do'a oleh al-Habib sebelum shalat Maghrib.