Mukalla-hadhramaut.info. Sebanyak seratus enam puluh mahasiswa dan mahasiswi baru asal Indonesia telah diterima di Universitas Al Ahgaff yang bereksistensi di Hadhramaut Yaman.
Para Mahahsiswa yang telah diterima merupakan hasil seleksi yang di adakan di Indonesia melalui perwakilan resmi Universitas Al Ahgaff yang berada di Cirebon Jawa Barat. Tahun ini peserta seleksi yang di selenggarakan di empat tempat, (Pondok pesantren Nurusshobah Lasem Rembang Jawa Tengah, Pondok Pesantren Darul Lughoh wa Alda'wah Raci Bangil Pasuruan Jawa Timur dan Banjarmasin) mencapai enam ratus lebih dari berbagai daerah di Indonesia dan yang lulus dalam seleksi tersebut sebanyak dua ratus sepuluh namun setelah dikonfirmasi kesiapan mereka untuk berangkat hanya seratus enam puluh mahasiswa yang terdiri dari 132 mahasiswa dan 28 mahasiswi, sebagaimana yang dilaporkan mandub (perwakilan) Ahgaff, Sayyid Hasan Aljufri kepada Hadhramaut.info.
Saat ditanya kenapa yang berangkat hanya 160 mahasiswa?, Sayyid Hasan menjawab, sebagian mereka yang telah lulus seleksi tidak bisa memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sampai batas akhir sehingga kami harus memberangkatkan mereka yang telah memenuhinya, karena kalau tidak maka akan terlambat masuk di Ahgaff yang memulai tahun akademi barunya pada tanggal 3 Oktober 2009. lebih lanjut Sayyid Hasan menjelaskan kami sudah memberitahukan kepada calon mahasiswa agar jangan terlambat menyodorkan berkas administrasi yang sudah ditentukan, sehingga ketika mereka terlambat kami tidak menerima lagi, dan banyak dari mereka yang telah lulus seleksi setelah waktu yang ditentukan belum menyerahkan kepada kami, jadi saya tetap memberangkatkan mereka sesuai jadwal.
Sayyid Hasan juga menjelaskan sulitnya proses pemberangkatan mulai dari visa dan tiket mejadikan pemberangkatan dibagi dua gelombang, gelombang pertama sebanyak 132 mahasiswa yang berangkat tanggal 1 Oktober dan gelombang kedua 28 mahasiswi pada tanggal 8 Oktober.
Mahasiswa yang telah diterima di Al Ahgaff berhak mendapatkan beasiswa penuh meliputi kuliah, asrama dan makan. Untuk tahun akademi 2009/2010 ini mahasiswa yang datang dari luar Yaman ditempatkan di Ibukota Provinsi Hadhramaut, Mukalla selama satu tahun (2 semester), dan selanjutnya mereka akan ditempatkan di KOta Tarim yang terkenal dengan Kota Seribu Wali.
Mayoritas mahasiswa yang datang dari Asia Tenggara mengambil jurusan Syariah walqonun yang ditempuh selama 5 tahun (10 semester). Secara khusus Al Ahgaff menerapkan sistem kuliah standar internasional namun pada pelaksanaannya menggunakan metode talaqi sehingga para mahasiswa dapat menggabungkan antara metode salaf dan moderen.
Disebutkan bahwa para calon mahasiswa yang diterima di Universitas Al Ahgaff itu dari berbagai daerah dan pondok pesantren di jawa dan luar jawa, mereka mengirimkan santri dan anak didiknya. Selain sistem dan metode akademi yang hampir tidak ada perbedaan dengan pondok pesantren di Indonesia, Al Ahgaff dinilai sangat cocok untuk para mahasiswa Indonesia yang memiliki beground pondok pesantren.