Aden-hadhramaut.info, Perdana Menteri terpilih, Ahmad Awadh bin Mubarak berjanji akan menghormati dan menjaga independensi Mahkamah Agung dari campur tangan pemerintah dan akan memisahkan fungsi pemerintahan ekskutif dengan yudikatif.
Hal itu diungkapkannya saat bertemu dengan pimpinan Mejelis Kepresidenan, Rasyad al-Alimi Sabtu (10/02) kemarin dan Ketua Mahkamah Agung beserta jajaran petinggi pertimbangan agung di Yaman.
Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa Bin Mubarak secara sah dan diakui dunia internasional sebagai Kepala Pemerintahan Yaman tanggal 05 Februari 2024 kemarin menggantikan Muin Abdul Malik yang sekarang menjabat sebagai penasehat majelis pimpinan pemerintahan.
Lebih lanjut, Bin Mubarak menegaskan bahwa dirinya akan berpegang teguh pada fungsi mahkamah Agung sebagai pengadil yang independen di tingkat nasional maupun lokal.