Konferensi Ilmiah Internasional II Yang Diprakarsai Universitas Al Ahgaff Dan Pusat Riset Hadhramaut Dilaksanakan
The Source: hadhramaut.info - 31/12/2025
Home \
Budaya
Konferensi ini dibuka dengan pembacaan AlQuran yang diteruskan dengan sambutan Rektor Universitas Al-Ahgaff, Profesor Abdullah Muhammad Baharun, yang menekankan petingnya riset ilmiah dan memanfaatkan keberadaannya untuk melayani masyarakat dan menmpererat hubungan akademi. Gubernur Hadhramaut, Salim Ahmad Al-Kanbasyi, melalui rekaman video Dari Ibukota Saudi Arabia, Riyadh, mengatakan kebanggaannya atas dilaksanakannya acara ink, Dan memuji Universitas Al-Ahgaff, dalam perannya untuk menonjolkan Hadhramaut melalui riset ilmiah dari segi sejarah dan budaya, khususnya peran warga Hadhramaut Salam menyebarkan agama diseluruh penjuru dunia, khususnya Afrika Timur.
Sebagaimana, Sekjen Ikatan Universitas Alam Islami, Prof. Dr. Sami Assyarif yang menha paikan sambutannya via zoom menyampaikanmpentingnya kerjasama riset antara universities Dan menyampaikan pujiannya ke univeristas Al-Ahgaff atas dilaksakannya acara ini.
Pembukaan acara ini diawali dengan sambutan, empat pembicara, Ustadz Muhammad Bin Duhri, dari Kenya, Anggota Majelis Donatur HRC,, Prof. Cheng Ho dari Malaysia, Syaikh Fasisal Al-Amudi dari Kenya, dan Profesor Yahya Zainl Ma'arif Jamzuri , Rektor Universitas Al-Bahjah, Indonesia.
Para pemakala dari berbagai riset dari berbagai negara menyampaiakan hasil riset mereka dengan titik berat pada petingnya riset akademis, dan pentingnya interaksi antara umat manusia.
Konferensi ditutup dengan sambutan Ketua Panitia Pelaksana, Profesor Sodik Umar Maknun, Wakil Rektor Universitas Al-Ahgaff, yang menyampapaikan kegembiraannya atas berhasilnya konferensi ini, yang membuka cakrwala baruperan warga Hadhramaut secara sosial dan ekonomi di berbagai negara.
Dalam sambutannya Dr. Hasyim Alwi Muqaibil menyampaikan amanat konferensi dan menyampaikan ringkasan hasil riset para peserta konferensi tentang warga Hadhramaut di Afrika Timur, peran dan penjagaan mereka atas identitasnya, dan menyampaikan pentingnya riset lebih lanjut tentang hijrahnya warga Hadhramaut, dan pentingnya pendokumentasian dan pengarsipan peninggalan, manuskrip, dan bukti-bukti lainnya, juga pentingnya menampakkan memori ini kepada generasi anak turun para muhajir Hadhramaut.
Konferensi ini juga mengamanatkan agar dibangun kerjasama akademis antara universitas-universitas di Hadhramaut dan Afrika Timur untuk mempelajari sejarah Arab, islam, dan memperkuat nilai koeksistensi dan integrasi peradaban.
Konferensi ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para donatur dan pemandu acara serta panitia pelaksananya, hadir juga dalam acara ini para rektor universitas-universitas Yaman dan perwakilan dari pusat-pusat riset khususnya pemerhati masalah sejarah
|