Tarim-hadhramaut.info. Para Kader muda di Kota Tarim Hadhramaut Yaman
hari ini, Senin (10/5) mengikuti pelatihan menjaga peninggalan bersejarah di Kota yang terkenal
dengan sebutan kota seribu wali itu.
Pelatihan tersebut terkait dengan dijadikannya Tarim sebagai pusat Kota Kebudayaan Islam dunia 2010 yang oleh organisasi islam sedunia (ALAISISCO) diabadikan sebagai kota bersejarah dan berjasa dalam menyebarkan dakwah islamiyah di seantero dunia khususnya di Asia Tenggara.
Website resmi pemerintah Hadhramaut menyebutkan, pelatihan tersebut telah diagendakan mulai tanggal 9 hingga 11 Mei dengan materi teknik pemeliharaan peninggalan sejarah dan budaya sebagai bagian dari suksesnya Kota Tarim menjadi pusat kota kebudayaan islam, mengingat banyak sekali situs-situs kuno terutama yang berbentuk makhtutot (manuscrip) tulisan tangan yang belum dicetak sebagaimana buku-buku karangan ulama lainnya.
Sedikitnya 30 kader muda yang ikut dalam pelatihan yang diprakarsai oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan, mereka mewakili berbagai organisasi sosial milik pemerintah maupun swasta.
"Pelatihan ini sangat penting untuk mengetahui teknik dan dan cara memelihara peninggalan budaya dan sejarah yang ada sekarang ini, sebab jika peninggalan-peninggalan ini tidak dijaga maka akan punah dan hilang, oleh karena itu kami berusaha memberikan pelatihan seperti ini agar para kader mengetahui bagaimana cara yang baik dalam memeliharanya, tegas kepala kemeterian pendidikan dan kebudayaan, Hisyam Ali bin Ali dalam sambutan pembukaannya di istana 'Asyah Tarim.