Dolar Turun, Para Produsen Dan Pedagang Harus Turunkan Harga
The Source: indo.hadhramaut.info/yemeneconomist - 28/08/2010
Home \
Ekonomi
Pusat Studi Ekonomi dan Informasi mengajak sektor swasta untuk mengembalikan harga normal sejalan dengan membaiknya nilai tukar riyal dalam beberapa hari terakhir. Dalam sebuah pernyataan pers pusat studi ekonomi dan Informasi secara tegas meminta kepada kelompok industri dan bisnis besar, Kelompok Hail Said, Tsabit Ikhwan dan perusahaan Abdul Jalil Radman, dan lain-lain ... Untuk membatalkan kenaikan harga-harga komoditas penting seperti susu, minyak dan kacang-kacangan, dan kembali ke harga normal dengan mempertimbangkan kondisi kehidupan yang sulit dihadapi oleh sebagian besar warga Yaman. Lebih lanjut laporan mengatakan bahwa eksploitasi produsen nasional dan permainan harga harga bahan-bahan pokok menciptakan keraguan atas produk domestik nasional, sehingga mempengaruhi perindustrian nasional secara keseluruhan. Sumber di Pusat Studi Ekonomi dan Informasi juga menyatakan keprihatinan atas manipulasi mata uang nasional "Riyal" sehingga menyebabkan pasang surut selama periode terakhir. Ada tangan tersembunyi di balik ini manipulasi mata uang ini,oleh karena itu pihaknya meminta warga untuk berhati-hati dan tidak terseret di balik fluktuasi nilai tukar, karena akan mendorong spekulan untuk memanfaatkan ketidak menentuan dalam nilai riyal tersebut. Namun disisi lain Pusat Studi Ekonomi dan Informasi memprediksi bahwa nilai tukar riyal akan terus membaik dalam beberapa hari mendatang, mengingat bahwa jumlah dolar melebihi permintaan, di samping berkurang kegiatan jual beli valuta dan terpenuhinya kebutuhan pasar akan produk impor. Dalam kesempatan yang sama Pusat Studi Ekonomi dan Informasi, meminta kepada bank sentral untuk memperketat kontrol terhadap lembaga keuangan, perbankan dan kebijakan moneter diperbarui sehingga untuk memastikan kelanjutan dari perbaikan nilai tukar riyal dengan mata uang asing. Untuk diketahui, rial yaman telah mengalami peningkatan yang signifikan terhadap dolar, hingga mencapai 213, namun setelah itu turun menjadi hampir 260 per dolar pada awal Agustus
|