Aden, hadhramaut.info - Seorang pejabat lokal di bidang Permodalan
Yaman, di Provinsi Aden, hari ini, Minggu (21/11) mengkritik pernyataan yang dibuat oleh
ulama Yaman yang mengklaim bahwa sepak bola piala Teluk ke-20 yang berlangsung di
Provinsi Aden itu terkait hal-hal yang abnormal dan asusila seperti tarian eksotik dan
miras yang diimpor dari laur Yaman.
Pejabat itu mengatakan: "ini sangat disesalkan bahwa ulama seperti terburu-buru untuk mengumumkan posisi mereka tidak kritis dan bahwa mereka menjadi korban laporan yang tidak berdasar yang dipromosikan oleh teroris dan separatis yang ingin merusak persatuan nasional dan stabilitas nasional Yaman."
Ulama harus menjadi contoh dalam pernyataan, tindakan dan kebijaksanaannya. Mereka juga harus menghindari rumor dan berita bohong, kata pejabat itu mendesak semua pihak agar mendukung dalam mesukseskan piala teluk ke-20.
Yaman menjadi tuan rumah kejuaraan yang digelar setiap dua tahunan yang akan dimulai pada 22 November hingga 5 Desember di Aden dan Abyan.
Semua tim dari negara teluk dan negara-negara anggota GCC ikun ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.