Sana'a, 16 April - Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menyalahkan pihak
rapat gabungan oposisi (JMP) yang telah membuat tindakan sabotase yang
dilakukan oleh bandit untuk mencegah pasokan minyak ke ibu kota Sana'a
dan propinsi lain.
Hal itu disampaikan presiden dalam pidatonya hari Jumat di lapangan Al-Sab'in Sana'a, di mana jutaan warga berkumpul dari berbagai provinsi dalam sebuah reli massa belum yang pernah terjadi sebelumnya untuk mengkonfirmasi kepatuhan mereka terhadap keabsahan konstitusional dan menyatakan dukungan mereka terhadap inisiatif negara-negara teluk (GCC) untuk menyelesaikan krisis politik di Yaman.
Presiden Saleh mengucapkan terima kasih kepada massa yang hadir yang katanya mewakili pendapat mayoritas bangsa Yaman, yang telah mengatakan "ya untuk kebebasan dan demokrasi dan ya untuk Ali Abdullah Saleh dalam pemilihan presiden pada tahun 2006".
Hadirnya massa ini merupakan pesan yang jelas bagi masyarakat di dalam dan luar negeri dalam mendukung referendum dan legalitas konstitusional, kata Presiden Saleh.
"Kami katakan kepada semua orang melalui media ini, bahwa ini adalah penggemar kami di lapangan Al-Sab'in, ini jutaan pendukung legitimasi pro-konstitusional", katanya.
Selain itu, Presiden Saleh menyatakan penyesalannya terhadap kebohongan yang dipromosikan oleh pemimpin JMP, melalui saluran telivisi lain yang tidak bertanggung jawab.
Massa di depan Universitas Sana'a milik partai-partai oposisi (JMP), yang mencerminkan jumlah mereka adalah minoritas dalam berbagai pemilihan, kata Saleh sambil menunjuk keluar.
Dia memperbaharui panggilan kepada JMP untuk berdialog guna mencapai kesepakatan, untuk menjaga keamanan dan stabilitas tanah air.
Kehadiran Presiden Saleh di lapangan Al-Sab'in disambut massa Yaman dan personil lembaga militer dan keamanan.