Sana'a, 16 April - pemerintah Yaman telah menunjuk anggota delegasi
untuk dialog yang akan diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi, pekan
depan di bawah negara-negara teluk (GCC) sebagai kelanjutan dari apa
yang telah disepakati oleh GCC pada hari Ahad lalu.
koran 26 September mingguan mengutip sebuah sumber yang mengatakan bahwa delegasi termasuk pejabat tinggi di pemerintahan dan partai yang berkuasa (GPC).
Langkah itu diambil oleh pemerintah sebagai jawaban atas undangan GCC yang telah bersepakat memberikan solusi untuk mengatasi krisis politik di Yaman, sementara itu pihak oposisi (JMP) masih menolak inisiatif yang diberikan GCC.
GCC bersepakat agar Presiden Ali Abdullah Saleh menyerahkan kekuasaannya kepada wakil presiden dan membentuk pemerintahan baru dibawah pimpinan partai oposisi dan membentuk komite untuk menyelenggarakan pemilu yang adil dan bijaksana.
Senin lalu, kantor kepresidenan menyambut baik upaya GCC untuk mengatasi kebuntuan politik saat ini di Yaman, dan telah menyiapkan inisiatif GCC itu secara afirmatif.
"Kami telah diberitahu tentang pernyataan pertemuan menteri luar negeri negara-negara teluk (GCC) yang diselenggarakan di Riyadh pada hari Ahad, tanggal 10 April dan Kepresidenan Yaman menyambut baik upaya saudara-saudara kita di negara-negara GCC untuk berkontribusi dalam mengatasi kebuntuan saat ini di Yaman", kata sebuah sumber di kantor kepresidenan Yaman.
Seperti berulang kali diumumkan, Presiden Ali Abdullah Saleh siap menyerahkan kekuasaannya secara damai di bawah konstitusi, kata sumber itu.
Selain itu, sumber menyatakan apresiasi Yaman kepada negara-negara GCC sangat positif dan serius untuk menjaga kesatuan, keamanan dan stabilitas Yaman.
Delegasi yang telah disiapkan oleh pemerintah itu membawa pesan yang koperatif sebagai inisiatif pemerintah Yaman untuk GCC yang mengundang pemerintah Yaman dan partai-partai oposisi untuk bertemu di Arab Saudi di bawah payung GCC untuk mengatasi status quo, sesuai dengan prinsip-prinsip berikut:
- Solusi yang akan ditimbulkan dari perjanjian ini akan mengarah pada menjaga persatuan, keamanan dan stabilitas Yaman.
- Perjanjian tersebut harus memenuhi aspirasi rakyat Yaman untuk perubahan dan reformasi.
- Pengalihan kekuasaan harus dilakukan dengan cara yang halus dan aman dari bahaya anarki dan kekerasan dalam konsensus nasional.
- Semua pihak harus mematuhi menghapus ketegangan elemen-elemen politik dan keamanan.
- Semua pihak harus berkomitmen untuk menghentikan semua bentuk pembalasan dan penuntutan melalui jaminan dan usaha yang diberikan untuk tujuan ini.
Langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah Yaman adalah :
- Presiden Republik Yaman akan mengumumkan pengalihan kekuasaan kepada Wakil Presiden.
- Sebuah pemerintah persatuan nasional harus dibentuk di bawah pimpinan oposisi dan berhak untuk membentuk komite khusus dan dewan untuk menjalankan negara secara politik, militer, dan ekonomi, serta menyusun sebuah konstitusi dan menyelenggarakan pemilihan umum