Sana'a, Sebuah sumber militer membantah tuduhan stasiun telivisi Suhail dan Al Jazeera yang memeberitakan bahwa sejumlah personil Pasukan Pengawal negara telah bergabung dengan para pengunjuk rasa anti pemerintah.
Dalam sebuah pernyataan kepada kantor berita Yaman (Saba), sumber menuduh Pihak oposisi (JMP) telah terbukti beberapa kali berbohong, dan menyebarkan berita palsu dan rumor yang tidak benar adanya.
Sumber juga menegaskan bahwa personil Pasukan Pengawal negara dan Pasukan Khusus dan semua Tentara Yaman tidak dapat dirusak. Apa yang diberitakan oleh kedua telivisi tersebut hanya untuk membohongi publik dan menfitnah saja, tambah sumber tersebut.
Sebelumnya, sumber menuduh anak dari Abdullah bin Syeh Hussein al-Ahmar (almarhum), pemimpin Ikhwanul Muslimin dan pembangkang telah membeli seragam militer dan keamanan dengan jumlah besar serta sejumlah kendaraan yang dicat dengan warna militer dalam rangka untuk melaksanakan rencana jahat mereka dan memalsukan fakta-fakta.
Sumber mengatakan elemen partai oposisi (JMP) berencana untuk melakukan tindakan sabotase dan berbagai kejahatan yang menimbulkan kekacauan dan menyerang pengunjuk rasa.