Sana'a - Melalui sumber resmi di Kantor Kepresidenan, pemerintah Yaman menyatakan penyesalan atas apa yang terjadi kemarin di depan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab (UEA).
Sumber itu mengatakan bahwa apa yang terjadi kemarin merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima tetapi dapat dipastikan bahwa Duta Besar Uni Emirat Arab tidak menjadi target dalam kerusuhan itu.
Sumber itu menyatakan bahwa massa yang marah kemarin di ibukota Sanaa yang menyatakan penolakan untuk menandatangani inisiatif Teluk tidak dapat ditahan kemarahannya bahkan Presiden Ali Abdullah Saleh mengintruksikan kepada lebih dari 1500 polisi untuk menghalangi aksi mereka selama lebih dari 3 jam tidak mampu membubarkan mereka.
Sumber itu menunjukkan bahwa pemerintah Yaman dan semua jajarannya menyampaikan penghormatan dan penghargaan kepada pemerintah dan warga UEA, atas dukungan yang diberikan kepada Yaman untuk mencapai stabilitas keamanan, dan persatuan. Sumber itu menekankan bahwa kerusuhan tidak mempengaruhi hubungan persaudaraan kedua negara.