Mukalla - Dinas Kebudayaan di Provinsi Hadhramaut sore kemarin menggelar perayaan upacara peringatan hari persatuan nasional ke-21 di gedung kebudayaan Balfaqih Mukalla.
Dalam peringatan yang diperingati setiap tahun sejak 1990 itu, Gubernur Hadhramaut, Khalid Said Addini menjelaskan bagaimana proses sejarah bersatunya negeri ujung semenanjung arab itu sejak 22 Mei 1990 hingga sekarang yang harus dipelihara. Ia menekankan pentingnya merayakan Hari Nasional 21 Republik Yaman "22 Mei", termasuk bagaimana sejarah perjuangan bangsa dan gerakan nasional Yaman yang tak ternilai harganya.
Gubernur juga menegaskan bahwa perayaan 22 Mei tahun ini dalam suasana dampak dari krisis politik yang dialami oleh Yaman. Ia mencatat bahwa otoritas lokal selalu memonitor situasi yang berjalan, kami menyerukan kepada seluruh rakyat Hadhramaut dan semua mitra politik di kancah nasional untuk menarik akal dan logika dalam menghadapi krisis dan mengatasi perbedaan dan konflik untuk mempertahankan kepentingan bangsa di atas semua kepentingan pribadi maupun golongan.
Dia berkata: "Kami melihat dengan penyesalan yang mendalam terhadap apa yang terjadi di Ibu kota Sana'a bentrokan bersenjata hanya akan menguntungkan musuh-musuh Yaman yang tidak meginginkan keamanan dan stabilitas di negeri ini, mereka tidak ingin Yaman maju dan berkembang" tegas Gubernur.
Gubernur menyerukan agar warga di Profinsi Hadhramaut Khususnya tenang jangan termakan isu dan terpengaruh dengan konflik yang sedang memanas. Sejarah Hadhramaut dari dulu dikenal dengan keramahannya dan senantiasa menjaga perdamaian dan keamanan, maka prestise tersebut jangan sampai ternodai dengan ulah yang tidak bertanggungjawab yang justeru akan membawa malapetaka bagi warga.