Sana'a - hadhramaut.info, Wakil Presiden Yaman, Abdu Rabbu Mansur Hadi
kemarin, Ahad (11/9) bertemu sejumlah duta besar Eropa untuk Yaman
terkait kemenangan besar atas komplotan al-Qaeda di provinsi Abyan dan
perkembangan politik di Yaman.
Wakil Presiden bertemu, kepala Delegasi Uni Eropa Michele d'Urso Cervone dan duta besar dari Inggris, Jonathan Wilks, Duta Perancis, Joseph Silva, Jerman Holger Green dan Spanyol Francisco Javier Hergueta.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres menegaskan perkembangan politik terakhir dan militer di negara itu, terutama kemenangan penting yang dicapai oleh angkatan bersenjata terhadap al-Qaeda di provinsi Abyan dan bentrokan dengan mereka untuk mematahkan serangan mereka selama tiga bulan oleh brigade 25.
Wapres mengatakan bahwa Al-Qaeda telah membawa unsur-unsur dari berbagai provinsi Yaman serta dari beberapa negara Arab dan Islam, yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Islam ( khilafah ) di Abyan.
Dia menambahkan bahwa Al-Qaeda telah mengambil keuntungan dari krisis politik tujuh bulan di Yaman. "Lebih dari 30 pemimpin al-Qaeda tewas. Abyan menjadi kuburan bagi teroris al-Qaeda", katanya kepada para diplomat.
Hadi juga menjelaskan bahwa 90 tentara Yaman tewas dan lebih dari 600 lainnya terluka dalam bentrokan dengan militan al-Qaeda di Abyan. Selain itu, Wakil Presiden memberi penjelasan kepada para diplomat Eropa tentang perkembangan politik terbaru di negaranya dan hasil dari pertemuan luar biasa dari Komite Umum Kongres Umum Rakyat (Partai yang berkuasa), termasuk kebijakan partai yang berkuasa untuk menyelesaikan krisis saat ini melalui dialog dengan partai-partai oposisi dan mekanisme untuk menerapkan inisiatif Teluk yang dapat dimengerti dan logis.