Sana'a, 9 September (Saba) - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan melaksanakan proyek di Yaman selama pemerintahan transisi 2012-2014 dengan total dana sebesar USD 1,5 miliar, tegas koordinator UNHCR dan UNDP di Yaman, Minggu kemarin.
Berbicara kepada Saba, Ismail Ould Cheikh Ahmed mengatakan bahwa "kontribusi tersebut akan menghubungkan antara kemanusiaan, pembangunan dan bantuan mata pencaharian yang berkelanjutan dalam rangka mengatasi krisis kemanusiaan di Yaman."
Memuji hasil pertemuan donor untuk Yaman yang diselenggarakan 4-5 September di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, Ahmed mengatakan bahwa pertemuan Riyadh menunjukkan komitmen masyarakat internasional untuk mendukung Yaman untuk dapat memenuhi perkembangan saat ini dan tantangan kemanusiaan, selain untuk memastikan pelaksanaan dari inisiatif Teluk.
Negara-negara donor menyatakan bahwa Yaman layak mendapat dukungan mendesak untuk memastikan transisi yang sukses dan mulus menuju keadaan stabil, selain negara donor, banyak pihak yang mengkonfirmasikan pemahaman mereka tentang situasi di Yaman dan krisis kemanusiaan yang memerlukan dukungan semua pihak untuk mengatasi hal itu, katanya.
Organisasi-organisasi di bawah PBB dan swasta di Yaman telah menghimbau masyarakat internasional untuk memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari jutaan orang yang menderita krisis kemanusiaan.
Menurut perkiraan PBB, Yaman membutuhkan USD. 584.500.000 untuk operasional kemanusiaan tahun ini, sementara jumlah lembaga bantuan telah menerima USD 272.500.000.
Selain itu, siaran pers yang dikeluarkan oleh kantor UNHCR di Sana'a mengatakan bahwa pihaknya berhasil mencapai 2,2 juta orang dari total 6 juta orang yang ditargetkan oleh badan-badan bantuan untuk kesejahteraan yang diberikan tahun ini, termasuk 60.000 anak yang menderita kekurangan gizi akut.
Organisasi-organisasi PBB telah memberikan perlindungan bagi 271.000 orang, air bersih untuk 474.000 orang dan bantuan kepada sekitar 272.000 pengungsi dan imigran yang melarikan diri ke Yaman, tegas siaran pers tersebut.
PBB saat ini mendukung upaya Pemerintah Rekonsiliasi Nasional untuk melaksanakan tahap transisi dan tujuan dasar yang ditetapkan dalam mekanisme eksekutif inisiatif Teluk, termasuk persiapan untuk pemilihan parlemen mendatang dan diharapkan pada referendum amandemen konstitusi.
PBB dan Sekretaris Jenderal Penasehat Jamal bin Umar mengakui bahwa pelaksanaan dialog nasional berhasil akan memiliki dampak yang signifikan terhadap keberlanjutan kekuasaan transisi dan bergerak maju menuju stabilitas, sehingga bantuan yang dibutuhkan akan diarahkan untuk memastikan suksesnya dialog nasional.