Mukalla-hadhramaut.info. Area tanah yang sudah dikapling untuk
pembangunan proyek investasi akan diambil kembali oleh pemerintah jika
tidak segera dibangun proyek investasi seperti yang dijanjikan pada
awal pengkaplingan area tersebut.
Hal itu seperti yang diminta Gubernur Hadhramaut, Salim Ahmad Al Khambasyi kepada Badan investasi Provinsi Hadhramaut hari ini (12/10) di Mukalla. Gubernur meminta kepada pihak-pihak yang telah mengkapling area tanah untuk proyek investasi agar segera menyerahkan kembali kepada pemerintah. Permintaan tersebut mengingat banyaknya area yang dikapling namun tidak jelas sampai kapan akan digarap untuk pembangunan proyek investasi, sehingga harus ditegasi agar para investor bersungguh-sungguh dalam berinfestasi bukan hanya sekedar basa basi, tegas Gubernur.
Ungkapan tersebut diamini oleh ketua Badan Investasi Hadhramaut, Khalid Al Sa'di yang mengatakan bahwa sebagian investor memang tidak serius bahkan area yang semestinya dijadikan pembangunan investasi sesuai perjanjian, tetapi digunakan sebagai tempat jual beli tanah.
Gubernur juga menjelaskan masih banyak investor yang menginginkan area tanah untuk pembangunan proyek investasi seperti Malaysia yang telah menyepakati pembangunan hotel wisata dengan total biaya 20 juta dolar amerika. Malaysia merupakan contoh investasi yang serius sehingga harus segera dicarikan lokasi pembangunan agar dapat terealisasi sesuai dengan jadwal yang disepakati. ujar Al Sa'di.
Utusan Malaysia yang menyepakati pembangunan hotel wisata kemarin dipimpin oleh Sayyid Ali Al Attas yang semestinya dia memimpin delegasi Malaysia dalam konferensi para pengusaha yang akan dihelat pada 20 hingga 25 Desember nanti di Kota Mukalla, sehingga menurut rencana konferensi tersebut akan dipimpin oleh mantan Perdana Menteri, Mahatir Muhamad.