Seiyun-hadhramaut.info. Delegasi dari yayasan Albukhori Malaysia dan Gulf Intracoastal Canal Association (Gica) Jepang mengunjungi Provinsi Hadhramaut pasca banjir bandang yang menewaskan ratusan korban dan menghancurkan ribuan rumah Oktober lalu.
Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Gubernur (Wagub) bagian Lembah dan padang pasir, Ahmad Junaid Aljunaid di Seiyun (15/12). Dalam pertemuannya, Wagub menjelaskan bagaimana tragedi banjir bandang yang menyebabkan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggalnya di provinsi tersebut. Disebutkan sekitar enam ribu penduduk yang saat ini masih berada di cam pengungsian sebab tempat tinggal mereka hanyut dibawa banjir sehingga mereka membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari semua pihak.
Menanggapi penjelasan Wagub, delegasi dari Yayasan Al bukhori Malaysia itu mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan yang dibutuhkan karena salah satu missi kunjungan kami kesini adalah untuk meninjau seberapa besar bencana yang terjadi disini agar kami dapat mengklarifikasinya sebelum memberikan bantuan, tegas delegasi Malaysia itu.
Hal yang sama juga diungkapkan delegasi Gica Jepang yang memiliki kantor perwakilan di Sana'a. Disebutkan bahwa Gica sudah membuka kantornya di Sana'a pada tahun 1991 dengan nama Yayasan Sosial, tapi setelah mereka mengirimkan beberapa tenaga sukarelawan ke Yaman kemudian dikukuhkan sebagai kantor Gica yaitu pada tahun 2007 lalu.