Mukalla-hadhramauat.info, Masuknya dua puluh investor asing ke Provinsi Hadhramauat
sebagai bukti bahwa stabilitas keamanan di Provinsi ujung tenggara
Yaman itu terjaga. Hal itu disampaikan Gubernur Hadhramaut, Ahmad Said
Bin Breik pagi tadi, Senin (09/01) di kantornya.
Gubernur menjelaskan selama 50 tahun Provinsi Hadhramaut terdzolimi dengan banyaknya tangan yang tidak bertanggungjawab mengambil kekayaan di Provinsi yang dipimpinnya, tapi sekarang sudah tidak lagi pasca krisis Yaman. pihaknya mencontohkan kekayaan laut yang luas dan panjang hingga laut merah merupakan kekayaan yang sangat produktif tapi selama ini pemerintah provinsi tidak bisa mengelolanya akibat tangan-tangan tak bertanggungjawab. dan sekarang semua sudah bisa kita kelola dengan baik apalagi kepercayaan investor sudah pulih, tegasnya.
Dua puluh investor yang sudah menanamkan modalnya adalah dari negara-negara teluk dan sekitarnya di berbagai bidang. Saat ini sudah dimulai dengan tol laut yang menghubungkan antara Kota Mukalla dan Kepulauan Suqotro yang merupakan investasi asing.
Pembangunan Pabrik tepung juga sudah diresmikan dengan kapasitas besar mampu memenuhi kebutuhan warga di tiga provinsi, Hadhramaut, Syabwa dan Mahra yaitu 30 juta ton perhari, dan pada tahap awal parik tersebut mampu menproduksi 500 ton perhari.