Aden-hadhramaut.info, Wakil kepala kantor bea cukai di Aden, Abdussalam
Askar menjelaskan bahwa ada bahaya dibalik penculik Gubernur Aden,
Ja'far Muhammad Saed dan Kepala Keamanan Transisi, Al-Idrisi.
Hal itu disampaikannya dalam wawancara inklusif dengan salah satu stasiun telivisi Yaman, al-Ghod al-Musyriq pukul 09.30 hari ini, Sabtu (05/01) di Aden. menurutnya, kedua orang tersebut adalah pemegang kebijakan ekspor impor dan berperan sebagai pengendali kebijakan ekonomi. Kebijakan terakhir yang diambil adalah melarang hasil bea cukai dibawa ke Son'a yang berujung penculikan.
Diketahui selama kepemimpinannya, ekspor impor berjalan baik, bahkan dari negara tentangga dengan mudah bungkar muat di pelabuhan Aden. ia, tegas Abdussalam, membuka lebar-lebar impor di negerinya hingga Oman.
Selama kepemimpinan Jafar hasil bea cukai meningkat tajam dan sebagai devisa terbesar bagi Yaman dengan torehan 133 miliar Riyal Yaman di era Bin Dagher.
Menurut sumber di al-Ghod al-Musyriq, wawancara tersebut akan disiarkan ulang pada Ahad pukul 10.00, Senin 1.30 dan Rabu pukul 10 malam.