Tarim, indo.hadhramaut.info - Menuntut ilmu di negeri orang tidaklah menjadi penghalang untuk menyempatkan diri menunaikan rukun Islam yang ke-lima yaitu ibadah haji.
Bagi beberapa pelajar Indonesia yang kini sedang mencari Ilmu di Hadhramaut tempat Nabiyullah Hud disemayamkan -menurut pendapat yang kuat dikalangan ahli sejarah- justru kesempatan ini digunakan dengan sebaik-baiknya karena ongkos naik haji (ONH) yang tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan ONH di negara kita saat ini, perbedaan itu hampir mencapai 50 %. Meskipun ada isu keamanan yang sedang mendera beberapa daerah di Yaman, namun itu tidak menyurutkan niat mereka untuk dapat berziarah ke makam nabi Muhammad di Madinah.
Hari ini tepatnya Sabtu, 14/11 kemarin rombongan calon jama'ah haji (calhaj) Indonesia dari Hadhramaut bertolak menuju Sana'a ibu kota Yaman untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat membelah gurun dan pegunungan menuju Arab Saudi. 90 an calhaj yang dikordinir langsung oleh organisasi Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (PPI-Yaman) tepat meluncur dari halaman komplek asrama fakultas al-Ahgaff Tarim pukul 07.45 waktu setempat.
Untuk diketahui bahwa penyelenggaraan haji bagi warga asing di Yaman pada tahun 1430 H ini ada keputusan baru dari kementrian wakaf Republik Yaman dengan merekomendasikan 3 biro perjalanan haji dan umrah sebagai penyelenggaranya, yaitu: al-Misykat, Basyafai' dan al-Qimmah. Muqimin dari warga asing juga diharuskan sudahmemiliki iqomah selama 2 tahun dan membayar ONH. Sedangakan keputusan final ONH dari PPI Yaman untuk tahun haji musim ini adalah: a) Udara: US$. 1850 + 6000 real yaman, b) Darat: US$.1550 + 6000 real yaman. (AM. Saputra)