Mukalla, indo.hadhramaut.info – Pemerintah tingkat satu Hadhramaut sedang akan membenahi dan memugar benteng bersejarah di kota Syihr, salah satu distrik di propinsi Hadhramaut, pemerintah juga mengadakan kerjasama riset dan renovasi dengan unit terkai pemugaraan di pemerintah setempat yakni " Dar Nashr al-Atsary" (pusat pemeliharaan cagar budaya-red) dari kerusakan serius yang disebabkan benacana hujan dan banjir yang melanda kota itu di bulan oktober tahun lalu.
Dalam pers lirisnya wakil gubenur (wagub) Ir. Fahd Said al-Minhaly kepada penanggung jawab terkait pemugaran ketika menanggapi kepunahan cagar budaya di kota Syihr beliau menandaskan bahwa kota Shir merupkan kota sejarah yang menyipan banyak kekayaan warisan leluhur, dimana nilai pentingnya tidak hanya dimiliki pada level lokal atau nasional saja namun hingga manca-negara.
Wagub al-Minhaly juga mengisyaratkan peran kota Syihr dalam melahirkan beberapa sejarawan dan professor di bidang artifak dan peninggalan sejarah lainnya, serta mengajak untuk bersama-sama menjaga warisan budaya di Yaman pada umumnya karena itu merupakan peninggalan kebudayaan nenek-moyang yang sudah turun temurun antar generasi. Wagub juga berkesempatan melihat langsung peninggalan sejarah berupa bendungan al-'Ayadrus yang dibangun pada masa daulah Qo'ithiyyah, juga benteng dan sisa-sisa peninggalannya yang masih berdiri akibat kerusakan yang menimpa museum Dar Nashr al-Atsari di kota Syihr, juga menilik benteng bersejarah ibn 'Iyasy serta pengairan Sam'un yang termasuk lembah yang dialiri banjir besar. (am/Sabanet)