Sana'a, hadhramaut.info - Sebuah sumber di Yaman telah menolak adanya keterkaitan antara pengadilan resmi terhadap Anwar Al-Aulaki dalam kasus yang diduga memiliki hubungan dengan al-Qaeda dan menghasut untuk membunuh orang asing, dan upaya al-Qaeda untuk mengirim dua bahan peledak ke Amerika Serikat.
Sebuah harian pan-Arab Al-Sharq al-Awsat Yang berbasis di London mengutip sumber yang mengatakan bahwa dimulainya pengadilan al-Aulaki terkait tuduhan resmi terhadap Yaman yang mengatakan bahwa pesawat UPS yang datang dari negara tersebut membawa bahan peledak.
Sumber tersebut menunjukkan bahwa aparat keamanan Yaman telah meminta Amerika Serikat untuk melaporkan ke Yaman kejahatan yang dilakukan oleh al-Aulaki.
"Kami telah secara resmi meminta dari Amerika Serikat untuk mengirim laporan rinci tentang kejahatan al-Aulaki sehingga persidangan dapat dimulai menurut hukum Yaman," kata sumber itu.
Sumber tersebut menjelaskan sidang al-Aulaki yang sekarang berjalan adalah merupakan persidangan yang sudah direncanakan sejak AS mengumumkan dan menugaskan Badan Intelijen Pusatnya (CIA) untuk menangkap atau membunuhnya. Sumber itu juga menjelaskan bahwa ia telah menempatkan dia di daftar hitam, dan juga menghubungkan dia ke pejabat AS yang mengeluarkan tuduhan bahwa al-Aulaki telah melepaskan tembakan secara brutal dan menewaskan sedikitnya 13 orang di Fort Hood di Texas tahun lalu.
"Jadi, persidangan tersebut terkait laporan AS tentang kejahatan resmi yang dilakukan al-Aulaki", tegas sumber tersebut.
Sumber tadi juga menekankan bahwa Perdana Menteri Ali Mujawar telah menjelaskan pada pertemuan terakhir dengan duta besar AS dan Uni Eropa bahwa pemerintah Yaman menolak tuduhan sebuah insiden yang berkaitan dengan keamanan internasional.
Mujawar juga menyampaikan kepada duta besar Yaman agar bekerjasama dalam rangka melindungi keamanan internasional dengan mencari bantuan tenaga ahli dari negara-negara sahabat untuk melindungi keamanan bandara dan dalam mekanismenya.
Dalam hal ini, Yaman siap untuk menerima pelatihan khusus untuk memerangi terorisme, namun, dengan syarat bahwa pelatihan berlangsung di bawah komando keamanan Yaman.