Sana'a, 10 November (Saba)-Menteri Perindustrian dan Perdagangan Yahya al-Mutawakil pada hari Rabu (10/11) menyatakan bahwa Yaman bertekad untuk menyelesaikan persyaratan masuk ke World Trade Organization (WTO) pada akhir tahun ini.
Hal ini dinyatatakn selepas penandatanganan perjanjian bilateral antara Yaman dan Honduras dalam rangka menyelesaikan persyaratan untuk kesiapan Yaman bergabung dengan WTO.
Perjanjian ini salah satu ketujuh setelah penandatanganan perjanjian serupa dengan negara-negara Uni Eropa, Cina, Kanada, Australia, Jepang, dan Korea Selatan, di samping perjanjian dengan Amerika Serikat juga ditanda-tangani.
Al-Mutawakil, Ketua Komite Nasional untuk persiapan masalah ini bernegosiasi dengan WTO, apa yang telah dicapai oleh Yaman pada tingkat bilateral dan beberapa kerjasama lainnya merupakan indikasi nyata pada kemajuan menuju aksesi sesuai jadwal yang telah disepakati dengan organisasi.
"Pada tingkat bilateral, Yaman masih memiliki negosiasi hanya dengan dua negara, Ukraina dan El Salvador, dan ada upaya yang signifikan untuk menyelesaikan negosiasi tersebut,sekaligus akan ditandatangani perjanjian bilateral dengan kedua negara selama periode mendatang", kata al-Mutawakil.
Ia mencatat dalam sebuah pernyataannya kepada Saba tentang komitmen Yaman berkaitan dengan kewajibannya dalam aspek legislatif melalui paket peraturan perundang-undangan yang disetujui oleh pemerintah dan disebut Parlemen, yang pada gilirannya mendukung beberapa upaya yang ada.
Al-Mutawakil menyatakan keyakinannya dan penghargaan atas upaya yang dilakukan oleh Parlemen untuk melengkapi penerbitan sisa hukum dan peraturan yang diperlukan dalam penyelesaian persyaratan aksesi.
Perjanjian, ditandatangani pada kemarin di Jenewa oleh perwakilan permanen Yaman untuk PBB di Jenewa Duta Besar Ibrahim al Adoufi dan Honduras ke WTO Dacio Castillo, termasuk menawarkan pada akses ke pasar barang dan jasa daerah.