Sanaa-Sabanet,Devisa negara yaman dari sektor perikanan pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 272,160 juta dolar atau sekitar 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil kementrian perikanan bagian pemasaran Ghozi Lahmar menjelaskan pada kantor berita Yaman (Saba) bahwa peningkatan devisa dari sektor perikanan pada tahun 2010 dikarenakan jumlah ekspor ikan laut yang mengalami peningkatan mencapai 111000,778 ton,atau sekitar 12% dibadingkan tahun sebelumnya yang hanya mengekspor 99 ribu ton.
Ghozi Lahmar juga mengatakan bahwa ikan yang dibekukan merupakan jenis ikan yang paling banyak di ekspor,jumlah yang di ekspor mencapai 39,869 ribu ton senilai 56,215 juta dolar,yang kedua ikan segar yang mencapai jumlah 38,338 ribu ton,senilai 134,183 juta dolar,kemudian cumi-cumi menempati rangking ke tiga yang mencapai jumlah 1000,872 ton,senilai 59,668 juta dolar,dan sisanya dari jenis lainya,ikan-ikan tersebut di ekspor melalui jalan darat,udara dan laut ke 48 negara di Asia,Eropa dan juga Afrika.
Beliau juga mengatakan Arab Saudi merupakan negara pengimpor ikan dari Yaman terbesar,mencapai 36,824 ribu ton atau senilai 128,229 juta dolar,negara kedua Mesir
,yang mencapai jumlah 16,63 ribu ton,senilai 26,820 juta dolar,kemudian Vietnam menempati urutan ketiga,mengimpor sekitar 9,363 ribu ton senilai 19,585 juta dolar.
Masih menurut Ghozi Lahmar bahwa ikan-ikan dari Yaman di ekspor oleh 86 perusahaan yang telah ditunjuk untuk menangani ekspor ikan.
Sementara itu beliau juga mengatakan bahwa departemen perikanan telah mengambil langkah-langkah dalam usaha menigkatkan ekspor ikan laut,dan telah membuka pasar-pasar baru terutama pasar tempat pelenglangan ikan,dan departemen perikanan juga mempunyai perhatian yang besar untuk meningkatkan kwalitas ikan agar bisa lebih bersaing di pasaran dunia.
Departemen perikanan juga menyebutkan pada tahun 2010 ada peningkatan jumlah perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perikanan mencapai jumlah 49 tempat,3 diantaranya berupa pabrik tempat mengemas ikan-ikan laut yang mempunyai sekitar lima ribu karyawan.