Sana'a, sabanews.net - Sebuah sumber militer membantah tuduhan bahwa
Garda Khusus (SP) dan keamanan pusat telah menyerang pengunjuk rasa di
depan Universitas Sana'a pada Sabatu (12/03).
"klaim tersebut diulangi oleh Suhail TV Channel, situs milik partai oposisi "Al-Islah" untuk menyesatkan opini publik" kata sumber tersebut.
Sebuah sumber di Departemen Pertahanan menolak klaim tersebut dalam Rapat Gabungan Pihak (JMPs) dan beberapa media kemarin, Ahad (13/03) terkait pemberitaan bahwa angkatan bersenjata, polisi anti huru hara dan pasukan khusus telah berpartisipasi dalam bentrokan yang terjadi pada hari Sabtu.
Sumber tersebut mengatakan bahwa bentrokan yang terjadi dan menewaskan 5 orang dan melukai 180 domonstran itu adalah bentrokan antar warga dan preman JMPs, yang telah memprovokasi dan menyerang warga dan rumah-rumah mereka dan toko-toko di beberapa jalan ibukota, di mana para demonstran menggelar aksinya dengan membuat tenda di jalan raya di depan Universitas Sana'a.
"Angkatan bersenjata milik rakyat dan tidak dimiliki oleh kelompok atau wilayah tertentu, Mereka adalah simbol persatuan nasional dan sebagai pengaman bagi demokrasi, revolusi dan unifikasi itu." kata sumber tersebut.