Sana'a, sabanews.net - Pemerintah Yaman telah mengatakan bahwa
Kementerian Informasi telah menyatakan dan meminta kepada dua wartawan
milik stasiun Telivisi Al-Jazeera untuk meninggalkan Yaman.
Kedua wartawan itu adalah Abdulhaq Sadah dan Ahmed Zaidan. Keduanya diminta segera meninggalkan Yaman pada hari Sabtu (19/03) setelah dinyatakan melakukan malpraktek selama meliput aksi protes di Yaman.
Aksi keduanya menyebabkan para demonstran baik dari yang pro maupun anti pemerintah terkontaminasi oleh pemberitaan mereka dan akibatnya terjadi bentrok antara pendukung dan anti presiden yang menewaskan lebih dari empat puluh jiwa dan ratusan lainnya luka-luka.