Sana'a, Maret 27 (Saba) - Presiden Ali Abdullah Saleh mengatakan bahwa
ia ingin mengalihkan kekuasaan secara damai kepada orang-orang Yaman dan
bukan kekacauan.
Hal itu sebagaimana tertuang dalam rapat yang diadakan pada hari Kamis dan Jumat kemarin di rumah Wakil Presiden, Abdu Rabuh Mansur Hadi yang dihadiri oleh para pemimpin Rapat Gabungan Pihak (JMP) dan Mayor Jenderal Ali Muhsin di hadapan duta besar AS.
Dalam sebuah wawancara dengan telivisi yang berbasis di Dubai dan di tayangkan oleh telivisi al-Arabiya pada hari Minggu pagi, Presiden Saleh mengatakan ''Rapat tersebut memfokuskan pada bagaimana untuk keluar dari krisis saat ini dan cara apa yang akan ditempuh dalam menghadapi krisis, kata Saleh menambahkan.
Dia mengatakan bahwa agenda pertemuan didasarkan pada pidato di parlemen dan kongres nasional umum, rencana 8 poin yang disajikan oleh ulama Muslim dan rencana 5 poin oleh JMP.
Presiden menolak tuntutan JMP yang menyerukan agar dirinya melepaskan jabatan dan rezim yang dipimpinnya dan menyerahkan kekuasaan kepada pihak oposisi.
"Kita tidak punya masalah untuk memenuhi tuntutan mereka tentang turunnya rezim dan pemerintahannya tapi untuk siapa? dan bagaimana",? tegasnya dalam wawancara tersebut.