Tarim – Hadramaut Info, Satu lagi buah karya yang berhasil dilahirkan kawan – kawan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Yaman di tengah kesibukannya menjalani aktivitas akademis. Setelah buku sastra Simfonie Balqies berhasil launching di lima Negara : Hongkong, Rusia, Yaman, Indonesia dan Singapura, Senin (07/01), PPI Yaman kembali melaunching buku terbarunya berjudul “Kodifikasi Interdisipliner”.
Buku setebal 172 halaman tersebut merupakan kumpulan karya ilmiah yang telah didiskusikan dalam forum diskusi ilmiah bernama “FIKROH : Kanal Penajam Intelektual”. Sebuah forum kajian ilmiah di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Dakwah PPI Yaman yang menjadi wadah dinamika intelektualisme para pelajar di Yaman, baik mereka yang menempuh studinya di bangku perkuliahan, maupun dengan sistem halaqah di masjid dan pesantren (ribath).
“Walau selama ini terkesan bahwa pemikiran konseptual dan metodologis mulai pupus, namun buku ini cukup guna menepis sangkaan tersebut. Sudah seharusnya para intelektual muda Muslim yang telah mengenyam pendalaman atas turâts untuk membangun kembali tatanan paradigma Islam, guna merevitalisasi tradisi keilmuan kita. Buku Kodifikasi Interdisipliner adalah sebuah langkah penting dalam mengejar cita-cita mulia tersebut,” ujar Ismail Fajrie Alatas, MA, sejarawan & kandidat Ph.D Universitas Michigan, Amerika Serikat, dalam endorsemen buku tersebut.
Tema-tema yang diangkat dalam buku inipun sangat bervariasi dan tidak hanya satu disiplin keilmuan tertentu. Mulai dari studi pemikiran tokoh klasik-kontemporer hingga telaah seputar masalah-masalah sosial-keagamaan. Tulisan-tulisan yang ditorehkan dalam buku ini juga menjadi bukti kuat adanya progresivitas serta keseriusan para pelajar di luar negeri dalam menyikapi problematika yang sedang berkembang di Nusantara.
Sementara itu, Koordinator PPI se-Dunia, Zulham Effendi, mengungkapkan apresiasi yang tinggi terhadap kesuksesan penerbitan buku ini. “Buku ini telah menantang saya dan seluruh Pelajar Indonesia se-Dunia untuk bisa menulis buku di tengah-tengah kesibukan akademis yang tidak pernah ada habisnya. Salam sukses, PPI untuk Indonesia,” komentar Zulham. (dzul/fah)