New York, hadhramaut.info, Dewan Keamanan PBB telah memperingatkan dalam
sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekjen PBB, Ban Ki Moon Jumat
malam kepada semua pihak yang mencoba untuk menghalangi upaya yang
diberikan oleh pemerintah rekonsiliasi nasional dan proses transisi
politik untuk Stabilitas situasi di Yaman.
Pada kesimpulan dari serangkaian pembicaraan tertutup mengenai perkembangan terbaru di Yaman, dewan menyatakan keprihatinan atas intervensi pihak yang mewakili rezim mantan presiden Yaman, dan oposisi serta mereka yang tidak mematuhi prinsip dan mekanisme proses transisi.
Dewan menegaskan bahwa pihaknya siap menerapkan prosedur tambahan untuk yang tercantum dalam Pasal 41 dari Bab VII dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, jika tindakan yang bertujuan untuk menghalangi upaya pemerintah rekonsiliasi nasional dan proses transisi politik tidak akan berhenti.
Hal ini juga menunjukkan keprihatinan mendalam tentang laporan yang menunjukkan adanya transfer dana dan senjata ke Yaman dari luar negeri untuk mengacaukan masa transisi, memperbaharui komitmennya untuk stabilitas, persatuan dan kemerdekaan Yaman.
Pengumuman tanggal konferensi dialog nasional telah disampaikan oleh Presiden Abdu Robbu Mansur Hadi pada tanggal 18 Maret 2013 dan disambut oleh dewan.
Dewan juga menyambut baik penerbitan keputusan presiden membentuk kantor eksekutif untuk mempercepat penyerapan janji donor dalam kerangka kesepakatan akuntabilitas bersama.
Pada akhir pernyataan, dewan mencatat akan terus memonitor situasi di Yaman serta langkah-langkah berikutnya untuk menyukseskan tahap transisi damai di negeri tersebut.