Sana'a, hadhramaut.info, Yaman dan Program Pangan Dunia (WFP) Sabtu
kemarin (06/04) menandatangani dua perjanjian senilai lebih dari USD 250
juta untuk menyediakan makanan dan bantuan nutrisi kepada lebih dari
lima juta orang di negara itu.
Bantuan tersebut ditandatangani oleh Menteri Perencanaan dan Kerjasama Internasional Mohammed al-Sa'adi dan Direktur WFP, Lubna Alaman.
Berdasarkan perjanjian, WFP akan memberikan makanan, dukungan nutrisi khusus dan uang tunai untuk warga yang membutuhkan, termasuk akomodasi yang dibutuhkan dalam rumah tangga, pengungsi internal (IDP), ibu kurang gizi dan anak-anak dan pengungsi dari Afrika.
Secara rinci, mereka telah melaksanakan dua program WFP. Yang pertama bantuan selama satu tahun sebesar USD. 242.000.000 untuk operasi darurat yang diluncurkan oleh WFP pada awal tahun 2013, memberikan bantuan darurat makanan untuk 3,5 juta orang rawan pangan dan uang tunai sebesar USD.400.000, dan mendistribusikan bantuan makanan kepada 600.000 orang terlantar (IDP) untuk beberapa pengungsi yang telah kembali ke rumah mereka dan warga yang terkena dampak konflik serta memberikan dukungan nutrisi untuk 405.000 anak balita dan 157.000 ibu menyusui dan ibu hamil yang terancam oleh kekurangan gizi akut.
Operasi darurat membutuhkan total 226.000 metrik ton makanan, termasuk gandum, kacang, minyak sayur, gula dan mikronutrien yang dirancang untuk menyembuhkan atau mencegah malnutrisi akut.
Perjanjian kedua mencakup bantuan sebesar USD. 8.000.000 untuk operasional pemulihan makanan untuk 70.000 pengungsi di Yaman yang telah melarikan diri dari konflik atau kondisi yang sulit di negara asal mereka di Tanduk Afrika.
Lebih dari 20.000 pengungsi terutama warga Somalia, yang berlindung di kamp pengungsi Kharaz terisolasi di luar Aden dan Lahj, di mana mereka sepenuhnya tergantung pada jatah WFP untuk bertahan hidup.
"Ini adalah saat yang kritis bagi Yaman dan kami berharap bahwa bantuan WFP akan memberikan kontribusi untuk stabilisasi umum Yaman pada saat yang penting dalam proses transisi," kata Direktur WFP, saat ia menandatangani perjanjian dalam suatu upacara di Ibu Kota Sana'a.
"Kami berharap bahwa kami menerima dana untuk dapat melanjutkan program-program kami untuk mengurangi kekurangan gizi akut di kalangan ibu-ibu muda dan anak-anak serta meningkatkan tingkat konsumsi makanan bagi keluarga yang berjuang untuk memberi makan keluarga mereka dan orang lain yang terkena dampak konflik," kata Alaman.
Al-Sa'adi memuji kontribusi WFP untuk mendukung upaya pemerintah dalam rangka untuk meringankan penderitaan masyarakat yang dilanda konflik serta pengungsi Somalia di negara itu.
"WFP telah membuat kontribusi yang signifikan di Yaman yang sangat penting. Kami berharap operasi-operasi akan terus dalam semangat yang sama dari kerjasama terbuka," tambahnya.
Bantuan Sebesar USD.250 juta dalam dua operasi tersebut berggantung pada negara-negara donor seperti Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Komisi Eropa, Jerman dan Finlandia.
Menurut WFP, program pengungsi sepenuhnya didanai tetapi hanya USD. 127 juta dari USD. 242 juta yang dibutuhkan untuk operasi darurat yang telah diterima.