Mukalla, hadhramaut.info, Dialog nasional yang dipimpin oleh presiden
transisi, Abdu Rabbu Mansur Hadi menghasilkan hasil yang dinilai positif
untuk negeri Yaman yang setelah turunnya presiden Ali Abdullah Shaleh
2011 lalu.
Para petinggi jajaran keamanan di negeri tersebut menyambut baik dan antusias dengan hasil itu agar negeri yang terkenal dengan sebutan negeri Ratu Balqis itu keluar dari krisis yang melanda selama tiga taun terakhir.
Dialog telah berlangsung selama delapan bulan yang diprakarsai oleh negara-negara teluk dan dipantai langsung oleh utusan PBB di semenanjung Arab, Jamal Bin Umar telah menghasilkan tren positif bagi semua warga dan wilayah di negeri itu.
Hasil dialog menyebutkan bahwa Yaman akan menggunakan sistem fideral, dan untuk pembagian wilayah masih dalam proses yang dilakukan oleh tim khusus. Dengan hasil itu diharapkan semua pihak optimis setelah perdebatan sengit antara kubu Yaman Utara dan Selatan yang ingin memisahkan diri dari kedaulatan Yaman.
Petinggi kemanan sudah tekad bulat untuk melaksanakan hasil tersebut dan segera berkordinasi dengan semua jajaran keamanan di semua wilayah untuk menjaga stabilisasi keamanan di negeri tersebut.